Temanku lagi bingung…
Teman saya baru saja mendapatkan tawaran pekerjaan ditempat lain.
Dengan gaji dan pendapatan yang lebih besar tentunya, dia itu seorang IT.
Tapi justru hal itu menjadi dilema buat dia…mengapa?
Jadi dia memberikan beberapa poin yang membuat dia berpikir berkali-kali untuk menerima pekerjaan tersebut :
1. perusahaan yang akan meng hier dia adalah perusahaan kecil dibandingkan perusahaan dimana dia bernaung sekarang
2. dia akan menjadi single IT disana, dalam arti semua yang menyangkut IT akan dihandle sendirian oleh dia
3. gajinya hanya naik Rp.900rb, namun dia ditawarkan akan diangkat ke jajaran management apabila pekerjaannya baik dan perusahaan semakin berkembang
yang menjadi masalah, perusahaan ga mau ngeluarin hitam diatas putih mengenai janji-janjinya itu.
So, dilemalah dia…jadi bagaimana yah sebaiknya?

Wah, kalo kita pindah kerja tentunya kita diberi “confirmation letter”, dimana isinya adalah fasilitas, janji2, dan gaji yang telah disepakati bersama. Kalo gak ada itu ya musti dipertimbangkan apalagi kalo perusahaan lebih kecil dan naik gajinya juga gak terlalu besar?
Kalau saya pikir, hitam di atas putih itu perlu ya.
Soalnya tanpa itu, hrd-nya bisa dengan mudah menghindar jika saatnya telah tiba.
Tapi itu cuman pikiran saya lho
Offering letter itu sangat-sangat diperlukan. Klo saya si ndak akan mau pindah ke perusahaan yang ndak mau memberikan offering letter. Coba bayangin, kita dah keluar dari perusahaan lama, tau² perusahaan yg baru bilang “eh maaf mas, kita ngga jadi hire orang karena ini.. itu…”. Mau file lawsuit berdasarkan apa? Paling2 kita bakalan bisa pasrah doank dan meratapi kebodohan kita hehehe….
Sepakat dengan teman2 di atas, sebaiknya memang ada hitam di atas putih, karena itu kepastian hukum dan status seseorang dalam sebuah instansi..
wah klo hanya janji2 baiknya dipikirkan dan diperjuangkan ada hitam diatas putih
ka.. ga harus semua harus di tulis di blog… tapi kl gpp ya sud..
@all : temenku akhirnya milih stay di kantornya yang sekarang aja, tuh…katanya lebih jelas, secara tahun depan dah mau merit, jadi ga mau ambil resiko..hehehehehe
@aziz : abis ini titipannya temen aku, is…dan lagi pula ga sekantor..bingung berat dianya…
oh akhirnya dia stay ya ? iyalah serem juga tanpa surat perjanjian kerja.
weks ..jangan” temannya salah satu anak Kebon Binatang ..hehe ^^v
klo gw sih ver, ga mau pindah klo ga ada kejelasan dan yg penting ada hitam diatas putih …
cm saran: aq rasa bila pindah k perush. baru berarti kita memulainya dari awal lagi. apa di perush. yg lama ga da prospek? tu masalahnya. kita hrs mampu menilai potensi diri kita sendiri. janji2 dgn kontrak politik [hitam di atas putih] memangnya ada?. kata paling indah di dunia ini mmg: seandainya, kalau,..bla..bla. gaji yg lbh tinggi dan single IT mmg menantang..namun kita harus siap dgn risikonya. ekspektasi dan risiko, kita berjuang di dalamnya.
stay di kantor lama. bagus jg. hehe.
kayaknya idem aja deh ama comment2 diatas….. udah semuanya saran2 yang bagus
Wadooh…
Gimana yah…
Soale Sayah Orang Nyang Ndak Ada Kerjaan….
***takut salah ngasih advis….***
Lita,…
Itu temen loe si Bebek Goreng kemana ???
Kok ndak muncul lagee….???
take the`risk, trust the person, work hard to get the`promise…
Kalau pimpinan perusahaan melihat potensi anak buahnya bagus, mereka selalu berkata “begitu” , karena takut pegawainya kabur …. kalau itu pakai perjanjian “hitam diatas putih” … boleh lah kita menanggapinya