Archive

Posts Tagged ‘Family’

My B’day Present

February 15th, 2009 Ika Verlita 4 comments

makasih buat mama untuk cincin emas putihnya…
keliatan lucu di jari tengan kanan aku…

maksih untuk vivi..untuk kemejanya yang keren juga…

makasih untuk linda..untuk voucer pulsa gratisannya di hari ultah..

makasih buat shandayu,
yang katanya patungan sama mama buat beli cincinnya…

juga untuk Dian, buat kain bali dan lulurnya… :)

kk suka banget sama semua hadiahnya…

makasih… :)

Categories: Love Tags: , , ,

Dengarkan aku, ku merindukanmu…

January 27th, 2009 Ika Verlita 5 comments

ahhhh cintaku…
terima kasih yah buat pelukanmu kemarin…
terima kasih yuh buat ciumanmu tadi pagi…

ahhh sayangku…
senyum kamu itu kok membuat aku berbunga-bunga yah?
ahhhh…
baru sebentar, rasa kangen itu kok sudah muncul lagi yah?

ahhh kamu…
hati ini rindu…
tidak bisa menunggu untuk hari sabtu…

miss u, hon…

*to my beloved brother…i miss u a lot…

Categories: Family, Love Tags: ,

Shandayu Hilang!!

September 1st, 2008 Ika Verlita 5 comments

Duhhh sempat menghilang kurang lebih setengah jam dari pandangan aku dan Linda (adikku yang nomor 3)
Shandayu, adikku yang baru 4 tahun itu menghilang dari lokasi arena bermainnya ketikan aku dan Linda selesai membayar semua belanjaan kami.
(saat itu yang pergi berbelanja hanya aku, Linda dan shandayu)

Panik!!!!

Kayaknya mau bunuh diri aja deh saat itu…(berlebihan banget, tapi itulah yang dirasakan).
Aku dan Linda udah mondar mandir, berkali-kali….
Sampai ngubek-ubek tuh arena bermain yang kebetulan ada di pusat perbelanjaan itu sampai nyaris 10 kali…

Mau pingsan dechhh!!!
Jantung kayaknya sudah mau copot.

Shandayu biasanya tidak akan keluar dari arena tempat bermain sampai ada yang menjemput.

Kami yang salah –pengakuan- tidak seharusnya anak umur 4 tahun di tinggalkan begitu saja, walaupun biasanya dia penurut.

Akhirnya Bapak yang bertugas di Pasar Swalayan itu menunjuk ke pusat informasi, katanya anak kecil dengan cirri-ciri adikku ada disana.
Waktu Linda kesana, ternyata benar…

Seorang ibu dan suaminya sedang melaporkan Shandayu ke bagian informasi.

Shandayu matanya sudah berkaca-kaca. Dia nyeker, hanya pakai kaus kaki.
Sepatunya masih tersimpan rapih di tempat penitipan sepatu di arena bermain tadi…

Begitu melihat Linda, tangisnya pecah dan langsung berlari memeluk Linda.

Saking kami paniknya, dan senangnya karena menemukan adik kami, sampai-sampai tidak sempat berterima kasih pada pasangan suami istri yang telah menemukan adik kami.

Ternyata menurut Shan, dia keluar karena teman-teman bermainnya sudah selesai bermain dan keluar…
Jadi dia ngikut….

Duhhhhh!!!!! Salah kami –pengakuan sekali lagi- seharusnya dia tidak pernah di tinggalkan.
Janji! Kami ga akan pernah ninggalin dia sendirian lagi di arena bermain sementara kami berbelanja.

Note : untuk Ibu dan Bapak yang menemukan adik kami –shandayu- terima kasih banyak yah…. GBU

Categories: Family Tags: ,

Jodoh-Ngga-Jodoh-Ngga

February 27th, 2008 Ika Verlita 14 comments

sebenarnya ga mau nulis tentang cinta-cintaan lagi…bosen kan saudara-saudara?
saya juga bosen, abis ngomongin itu ga ada habis-habisnya…
tapi saya bingung deh kadang-kadang, kenapa yah saya ini selalu dipilih jadi “tong sampah” temen-temen saya untuk masalah percintaan mereka???

Goshhh!!! padahal saya juga ga lebih sukses dari mereka untuk tema yang satu ini (baca : wong saya juga ancur-ancuran, kan?)

ok kalau begitu, ini ada satu kasus lagi…

seorang teman saya (cowok) tiba-tiba curhat abis-abisan mengenai “mantan” pacarnya yang tiba-tiba mau menikah. kok “mantan” nya aku kasih tanda kutip? soalnya mereka mantan tapi masih sering jalan bareng, masih ketemu tiap hari…(huahhhhh!!!). bahkan si cewek malah ketemu pacar sebenarnya hanya di akhir minggu..cukup sekali seminggu!!

ada apakah?

yah..againnn!! its all about religion dan parent!! (terima kasih yah yang sudah kasih komen di Cinta 1/2 1/2 – itu mencerahkan sekali dech ;) )

well aku ga bisa komentar banyak, isu itu kan sangat sensitif di negara kita..
aku cuma bisa bilang, bahwa itu kan pilihan…

jodoh? duhhh dia bilang dia merasa berjodoh dengan “mantan” nya itu. saya menjawab, dia ngga berjodoh dengan perempuan itu, buktinya mereka tidak menikah…
temenku bilang, “mantan” nya menikah karena terpaksa harus menikah…
aku tanya, memang “mantan”nya mau menikah karena dipaksa oleh orang tua? dia jawab ngga… loh lalu?? berarti cewek menikah karena dia memang mau menikah, kan? karena dia merasa berjodoh dan sudah membuat pilihan yang dia anggap baik…

lalu unsur paksaannya????

ini memang ribet. untuk beberapa waktu saya minta dia untuk membaca komen-komen di Cinta 1/2 1/2.. kayaknya sih dia sudah agak (bener-bener agak) sadar…

lagipula saya berpikir. toh itu sudah mantannya. lalu mantannya itu walaupun masih sering jalan bareng, tapi sudah punya pacar lain. yang mana pacarnya itu adalah pilihannya sendiri. lalu pacarnya melamar, si cewek menerima…lohh lohhh..ga ada unsur paksaan kan?

memang si ceweknya mau menikah kok sama pacarnya…bukan karena ada unsur lain…dia menikah dengan orang pilihannya sendiri…ga ada unsur paksaan sama sekali…

Categories: kepercayaan, Love, stuck Tags: , ,
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes