Tentang Lorong Panjang
saya tidak sengaja mampir ke http://vitarlenology.blogspot.com dan ketika saya membaca tulisan tentang lorong yang panjang…well…itu mirip banget dengan perasaan yang saya rasakan sekarang.
lorong hati yang masih tercium jelas sisa-sisa penghuni lama, lorong hati yang coba dibangun oleh beberapa orang baru dan masih saja terus menerus gagal…
duhhh penghuni lama itu terlalu membekas ya sepertinya…
yah walaupun dengan setengah mati, tapi saya berusaha untuk bangkit lagi…
mungkin suatu hari nanti, akan ada seseorang yang mampu membangun kembali ruang dilorong panjang itu…suatu hari nanti, saya yakin…
Update…!
hmm…curhat abis-abisan masalah patah hati di hari ultah temen?
) well that what we’re doin @Sandy’s B’day..
seru banget berbagi-bagi pengalaman, dan ngecengin temen yang masih punya pacar
)
yang ada setelah itu adalah hati yang lega abis..dan ketawa-ketiwi sampe jam 2 pagi! OMG!
Sabtunya berenang bareng anak-anak ABBA LOVE + Shan, dan selalu yang terjadi adalah hal yang menyenangkan waktu jalan bareng temen-temen ![]()
dan senin begitu sampai kantor, yang ada adalah ribet!
soalnya harus ngatur jadwal buka puasa bersama bareng klien…hiks!! ribet abis dech…!!
Ur Blog, dear…
saya sama sekali ga bermaksud mengorek luka lama. saya hanya mencoba untuk memberanikan diri menghadapi kenyataan kalau semuanya sudah berakhir.
baru saja saya memberanikan diri untuk sedikit membuka lembaran blog lama itu..bukan, bukan blog saya tapi blog dia. dan ketika sebaris kata yang menyatakan bahwa dia tidak mau kembali kebelakang lagi terbaca. yang saya rasakan adalah….sakit…tidak…sedikit sakit…hanya sedikit.
saya pikir ternyata ketika saya tidak dipikirkan lagi dan tidak mau memikirkan lagi, dia sudah berhenti untuk memikirkan saya. saya salah! saya yang terlalu egois untuk meminta semuanya kembali seperti semula. tapi sekarang tidak lagi, saya tau ini adalah yang terbaik.
saya tau dia tetap memikirkan saya dengan cara yang berbeda. tapi saya ingin berhenti memikirkan hal itu. saya mau tetap hidup dengan cara saya.
teman saya pernah menasihati saya dengan kata-kata : seharusnya ketika dia mulai menyakiti kamu, dia semestinya tidak berarti lagi…
tapi bagaimana kalau dia menyakiti untuk mengatakan kepada saya :”sayang, ini yang terbaik untuk kamu, saya kenal kamu, dan kamu akan lihat suatu hari nanti kalau yang terjadi saat ini pada kita adalah demi kamu..”
well, tumben, saya tidak menangis lagi ketika bercerita tentang dia..
Happy B'day Mom
Duh mamaku hari ini ulang tahun… ![]()
tadi pagi bangun tidur langsung cium-cium…mo kasih apa yah? ga punya money…
yang penting happy b’day yah, mom…I luv U!
perempuan, saya tau kamu sedih
semuanya berawal ketika saya naik kereta ketika pulang dari kantor kemarin. kebetulan saya tidak kebagian tempat duduk, jadi saya berdiri tepat dihadapan seorang cewek berjilbab.
perempuan itu terlihat lesu, sekali-kali ia memeriksa HP nya, namun agaknya sedikit kecewa ketika ternyata tidak ada apapun yang muncul disana.
tidak lama perempuan itu menutup matanya, bersandar dan tiba-tiba air matanya menetes tanpa henti. memang tanpa suara, tapi air mata itu benar-benar menetes. dia berusaha menghapusnya, tapi mengalir lagi..begitu dan begitu terus.
perempuan, saya tau kamu pasti sedih sekali…sampai kamu tidak malu untuk meneteskan air mata ditempat seramai itu.
saya dulu, bahkan sampai beberapa hari yang lalu juga seperti itu. sering sekali menangis diatas kereta menuju kantor, dan pernah suatu kali berteriak ketika saya dalam perjalanan pulang, karena rasa sakit dihati saya akan menjadi bila tidak saya ungkapkan. saya tau rasanya sakit yang tak tertandingi. saya tau rasanya harus menahan sakit…
jadi ketika semua orang menatap kamu dengan aneh, saya tidak berpikir demikian. karena saya pernah berada diposisi itu.
perempuan, mungkin persoalan yang kamu rasakan dengan yang saya rasakan berbeda. tapi saya tau, kamu pasti sedih sekali…
mereka yang memandang kamu aneh, hanya tidak mengerti betapa sakit itu harus kita tahan dengan sekuat tenaga, dan ketika mencapai puncaknya yang bisa kita lakukan hanyalah menangis…
