Mengapa Kamu BerTuhan???
Duh tambah lama, isi blog yang “apa adanya” ini kok makin berat yachhh???
Hueheuhehee….maaf, ternyata cuma keberatan judul doang…
Kenapa sih hari ini Verlita yang manis (halahhh mulai narsis) memosting tulisan dengan judul yang keTuhan-tuhanan?
Masalahnya ini gara-gara blogwalking semalem…
Nemu blog-blog yang mengangkat keTuhanan secara gamblang, bahkan kadang kok…aneh?
Maksud saya begini loh…
Yang namanya kepercayaan sampai kapanpun sulit yah untuk dicari mana yang benar mana yang salah…
Wong kita yang percaya…
Wong kita nyamannya disini…
Thats it!!
Agama itu kan buatan manusia…
(menurut saya loh, tapi kayaknya bener)
Yang harus dituruti itu bukan agamanya, tapi apa yang terkandung dan diajarkan didalamnya.
Selama agama itu mengajarkan sesuatu yang diyakini “benar” bisa “dipastikan” kalau agama itu “tidak salah”
Selama agama itu meyakini kalau mencuri, membunuh, memperkosa, mengutil, mencungkil salah…
Saya tetap meyakini kalau agama itu “tidak salah”
Jadi jangan pernah tanyakan mengapa kamu beragama…
Kebanyakan agama yang kita anut ini adalah warisan orang tua…!!!
Bukan hasil pergumulan, pemahaman dan pembelajaran…
Mendingan nanya, Mengapa kamu memutuskan untuk berTuhan?
Karena menurut saya, lebih baik berTuhan daripada beragama….
-tapi, saya beragama loh…dan saya juga berTuhan
-


negara menjamin kebebasan beragama tetapi kenapa orang beribadah diganggu bahkan yang dinyatakan sesat oleh lembaga buatan manusia dianiaya bahkan ada yang sampai meninggal . kenapa rumah ibadah untuk menyembah Tuhan ditutup????
Ouppszz.. sensitip nih..kudu ngetik dengan hatiii hatiii :p
Hmm..jadi inget lagunya (alm)chrisye.. jikaaa surga dan neraka tak pernah adaaaaa..
Memutuskan bertuhan.. tuhan itu adanya didalam hati.. berdasarkan keyakinanku sebagai umat *yang masih belajar taat* aku berpikir.. jika tidak ada keyakinan(dalam hal ini agama),apa bedanya aku dengan hewanan.. yang memiliki otak saja..
Ya.. hatiku dan otakku berdebat,kenapa sih ada tuhan..kenapa sih ada agama.. jaman dinosaurus dulu ada ga sih sebenarnya..apa benar adam manusia pertama.. kalo iya.. bagaimana munculnya..
Semua berbalik kedalam hati manusia itu sendiri.. dalam hal ini aku.. aku nyaman dengan “tuhanku”, aku teduh dengan “agamaku”..
Semuanya buatku memang masih terasa janggal,sementara ini.. kuanggap ketentraman hati adalah motivasiku untuk beragama.. dan itulah yang membedakan aku,manusia ini.. dengan makhluk tuhan yang lain..
sekiann.. ndan terima kasyihh
@maria anna : tanya kenapa ????
@galih : aku juga nyaman dengan Tuhan ku dan dengan agamaku (amin).tapi agama…bikin sesuatu yg disebut dengan pecah belah, perbedaan…lebih baik berTuhan. toh Tuhan itu satu…
itu kan oknum yang bikin gitu :p
Saya lebih suka disebut “beriman” dech.. karena percuma juga berTuhan tapi ga beriman..
hihihihi.. ketuhanan yg maha esa
Saya berTuhan dengan cara menjalankan perintah agama yang saya yakini berasal dari Tuhan tersebut…
berat..lama2 makin berat..hehehe..
@galih : jadi gemes ma si oknum ituhhhh
@’Ndut : biasanya sih karena percaya Tuhan, dan berTuhan otomatis kita beriman. tidak demikian dengan beragama… -komen “aneh” dari verlita-
@h4ri : wewwww dia ngapalin Pancasila
@adit-nya niez : bisa diterima, dit
@stey : bantuin gotongnya dunk, stey!
saya berTuhan beragama dan ber iman. tapi saya kadang lupa bahwa saya saya berTuhan beragama dan ber iman. Dosa lagi dah…..
wis, saya manut aja apa kata mbak verlita… pokok’e maknyus! eit, salah, pokok’e ber-tuhan! hahahahahaha… kena filsafat “pokok’e”… *ngacir*
kenapa yah? mungkin krn Tuhan itu ada dan kita diciptakan utk menyembah-Nya?
agama memang tidak salah..tapi kebanyakan orang2 yang menjalankan ajaran agamu itulah yang salah dan salah mengartikannya
salam
mmmm, msti mikir keras dulu buat ngebedain berTuhan sama beragama, tp finally ngrti juga ko maksud mba ^^
Aku gak berTuhan. Tapi Tuhan yg memiliki aku.
kalo cuma bertuhan, ngejalanin agamanya gimana, nak ? halah….wahyu dari Tuhan lho, bukan cuma bikinan manusia si agama itu. *jadi bu ustad sekejap sambil ngegoreng peyek
bener. yang jelas semua agama itu mengajarkan sama (ngajarin yang baek2). sekarang tergantung kepercayaan kita aja.
ngebaca aja ah, nggak usah comment
ehmm….selama kita benar2 memegang teguh Tuhan dan agama yg diyakini…the other problems likely being forgotten… as long as it lead us the good way..
makin berat aja nehhh
dari kecil kita diajarkan oleh orang tua, guru ttg agama, mungkin dasarnya dari sini, setelah besar kita bisa lebih mengerti dari mana asal muasalnya, ya kembali lagi, ke individu masing2
Semua agama pada dasarnya baik, mengajarkan kepada para pemeluknya untuk berbuat baik dan memerangi kejahatan. Mungkin penafsiran arti kata “kejahatan” yang perlu ditelaah lagi. Apa itu jahat? Apakah karena melakukan hal yang berbeda sudah dikatakan “jahat”?
Hehehehe.. habis baca punya saya juga yah?
*Ge Er!!!
Lha Tuhan sendiri? AgamaNya apa?
kayanya kalo mba verlita tau agama saya, pasti bilang kalo agama saya salah, karena agama saya meyakini bahwa saya boleh membunuh, sombong dan memukul… mungkin saya akan kena sangsi HAM dari PBB kalo mereka tau agama saya, tapi anehnya bagi saya apa yang diperintahkan tuhan kepada saya adalah benar dan masuk akal! dan anehnya sampai saat ini saya percaya agama saya adalah agama benar, bukan paling benar!
Handphone saya buatan Manusia
Manusia buatan Tuhan
maka menurut saya Handphone saya buatan Tuhan, begitu juga agama, Manusia cuma Media aje..
Relatif…
saya nga tau kenapa saya dulu bsia bertuhan dan beragama.. namun skrg.. saya merasa nyaman dengan bertuhan dan beragama ini. . jadi nda ada masalah
saya baru kali ini membaca postingan tentang agama merasa nyaman.
huhuhu kadang2 saya juga sedikit jengah sendiri baca2 postingan tentang agama. baik di blog orang maupun di blog sendiri. huhuhu
kalo dah gitu saya biasanya menghindari membaca mengenai postingan seperti itu.
huhuhuhu
seperti tadi saya hampir aja langsung mo beranjak ke blog lain membaca judul postingan ini
-saya beragama karna saya percaya Tuhan-
PASAL 29, bener ya???
@Pandawa : namanya juga manusia….*dosamu diampuni..halahhh!!!
@gempur : pokok’e…pokok’e…
@toim : kita diciptakan untuk percaya, menyembah dan membuat hatinya senang…jangan lupa, pelihara juga ciptaan2nya yang lain…
@Febra : makanya mbak (mbak apa mas, nih?)…aku bilang, agama itu ga menyelamatkan..manusia itu beragama lalu ketika berbuat salah ntar dibilang jangan salahkan agamanya. lalu kapan manusia menjadi benar karena agamanya???
@missglasses : syukurlah kalau dinda mengerti
@Faradina : ehehehehe…Tuhan memiliki kita semua. tapi kita loh yang memutuskan apakah kita mau berTuhan atau tidak
@mercuryfalling : ahhh mbak, itu kan katanya… *nyomot peyek mbak Dian…ehhh enakkk!!
@pink : setujuh!
@Jiban : silahkeun atuh…
@theloebizz : setujuh lageee!!
@chatoer : setujuhhhh!! selama waktu diajarin, bukan doktrin yang diajarin kalau agamanya yang paling benar dan yang lain adalah salah
@Erro : he eh mas…bukan berarti karena berbeda terus yang berbeda itu salah, kan???
@Nazieb : ah mas, tau aja saya paling demen nongkrong “dirumah” mu..agamaNya apa yah? kalau saya bilang dia ga beragama? setujuh tidak? kan seperti yang saya bilang, agama itu yang ciptain manusia
@ontohod : serius, mas? agama apaankah ituh???
@funkshit : seperti saya, saya juga nyaman kok
@bedh : syukurlah kalau si mas merasa nyaman..senyaman sayakah??? amin mas, teruslah percaya Tuhan.
@indra1082 : benar sekaleeee!!!
Wah, aku gak komen deh, cum amo nanya : Dah insap, ver?
(*He..he…lari terbirit-birit…*)
No Matter who’s your God or your Religion, Nyang penting, situ teteup menjadi jamaah dari Madzab Bocor Alus kan…???
beragamakah Tuhan?
*
*ini mlah nambah2in pertanyaan
@chocovanilla : errrrrggghhhhhhh!!!
@mbelgedez : iya dech om… *sungkem
@joyo : seperti yg saya bilang sebelumnya, sepertinya Tuhan tidak beragama, karena agama dibuat oleh manusia…sepakat?
maksud imbuhan ber- disini seperti apa yah?
apakah seperti berpakaian?
ataukah seperti berkendaraan?
atau seperti bertelefon?
Jadi inget kutipan Richard Dawkins, the famous atheist saat ini..
“sebenarnya semua orang bisa disebut atheis, gara-gara mereka kan juga tidak mempercayai tuhan-tuhan yang diciptakan oleh orang lain. Orang yang benar-benar atheis cuma tidak mempercayai satu tuhan lebih banyak.”
hehehe, berat ah udah..salam kenal
Saya berTuhan karena sadar fungsi keseimbangan alam. Saya mengabdi sebagai pelayan. Saya butuh pelindung yang menciptakan rasa aman dalam hidup. Saya juga perlu tempat pelarian ketika dihadapkan pada persoalan yang tak bisa terselesaikan dengan keterbatasan saya.
Akhirnya, bagi saya TUHAN itu bukan sekadar sembahan. Tapi sudah menyatu menjadi wujud tak terpisah dari saya. Sehingga saya akan selalu berusaha dekat denganNYA