Archive

Archive for the ‘Love’ Category

Jodoh-Ngga-Jodoh-Ngga

February 27th, 2008 Ika Verlita 14 comments

sebenarnya ga mau nulis tentang cinta-cintaan lagi…bosen kan saudara-saudara?
saya juga bosen, abis ngomongin itu ga ada habis-habisnya…
tapi saya bingung deh kadang-kadang, kenapa yah saya ini selalu dipilih jadi “tong sampah” temen-temen saya untuk masalah percintaan mereka???

Goshhh!!! padahal saya juga ga lebih sukses dari mereka untuk tema yang satu ini (baca : wong saya juga ancur-ancuran, kan?)

ok kalau begitu, ini ada satu kasus lagi…

seorang teman saya (cowok) tiba-tiba curhat abis-abisan mengenai “mantan” pacarnya yang tiba-tiba mau menikah. kok “mantan” nya aku kasih tanda kutip? soalnya mereka mantan tapi masih sering jalan bareng, masih ketemu tiap hari…(huahhhhh!!!). bahkan si cewek malah ketemu pacar sebenarnya hanya di akhir minggu..cukup sekali seminggu!!

ada apakah?

yah..againnn!! its all about religion dan parent!! (terima kasih yah yang sudah kasih komen di Cinta 1/2 1/2 – itu mencerahkan sekali dech ;) )

well aku ga bisa komentar banyak, isu itu kan sangat sensitif di negara kita..
aku cuma bisa bilang, bahwa itu kan pilihan…

jodoh? duhhh dia bilang dia merasa berjodoh dengan “mantan” nya itu. saya menjawab, dia ngga berjodoh dengan perempuan itu, buktinya mereka tidak menikah…
temenku bilang, “mantan” nya menikah karena terpaksa harus menikah…
aku tanya, memang “mantan”nya mau menikah karena dipaksa oleh orang tua? dia jawab ngga… loh lalu?? berarti cewek menikah karena dia memang mau menikah, kan? karena dia merasa berjodoh dan sudah membuat pilihan yang dia anggap baik…

lalu unsur paksaannya????

ini memang ribet. untuk beberapa waktu saya minta dia untuk membaca komen-komen di Cinta 1/2 1/2.. kayaknya sih dia sudah agak (bener-bener agak) sadar…

lagipula saya berpikir. toh itu sudah mantannya. lalu mantannya itu walaupun masih sering jalan bareng, tapi sudah punya pacar lain. yang mana pacarnya itu adalah pilihannya sendiri. lalu pacarnya melamar, si cewek menerima…lohh lohhh..ga ada unsur paksaan kan?

memang si ceweknya mau menikah kok sama pacarnya…bukan karena ada unsur lain…dia menikah dengan orang pilihannya sendiri…ga ada unsur paksaan sama sekali…

Categories: kepercayaan, Love, stuck Tags: , ,

Cinta ½ ½

February 25th, 2008 Ika Verlita 27 comments

Eh temen saya hari ini langsung bikin hati saya terluka.. :(
Seenaknya bilang saya hanya mencintai “pasangan” saya setengah-setengah karena saya ga mau berpindah ke religion yang dianut oleh “pasangan” saya…
Loh loh…apa-apaan ini?

Jadi kalau saya mencintai “pasangan” saya, saya harus convert ke kepercayaan dia?
Loh, terus arti kebebasan beragama?

Lalu ketika dia menjudge saya hanya mencintai “pasangan” saya setengah-setengah karena masalah religion itu..
Berarti “pasangan” saya juga dunk cuma setengah-setengah mencintai saya…kan dia juga ga mau convert :P

Huhhhhhh!!
*mengelus-ngelus dada

Untung aja cerita Romeo dan Juliet kami dah kelar…
Sekarang yang ada tinggal…hmmm Julietnya kok ga bisa bergerak-gerak yah??

Categories: kepercayaan, Love Tags:

saya sungguh berharap bisa berubah

February 18th, 2008 Ika Verlita No comments

maaf ya…
andai saja saya bisa bersikap seperti kamu…
huh!! sakit…!!!
kalau saja saya bisa menukar hati saya dengan hati yang lain…
sehingga saya tidak perlu merasakan sakit seperti ini…
akan saya lakukan…
sungguh…
akan saya lakukan…

-maaf karena saya tidak pernah bisa berubah…-
-maaf karena saya tidak pernah bisa berhenti untuk mengagumi kamu…-

saya sungguh berharap bisa berubah…
seandainya kamu tau…
seandainya kamu merasakan…

saya ini sedang berjuang agar tidak mati….

Categories: Love, Personal, verlita punya mimpi Tags:

Karena Cinta Harus Memiliki…?

February 4th, 2008 Ika Verlita 26 comments

Abis nonton Radit dan Jani malem minggu kemaren…(padahal abis capek semaleman kejebak di bis, malem mingguan harus tetep jalan euy!!!!)
Film ini, aku bilang bagus juga ngga…alurnya kelambatan euy! Agak bete dari awal sampai pertengahan…sampai akhir juga sech!! :D
Trus kenapa harus ditulis di blog ver, kalau kamu ngga suka filmnya?

Bukannya ngga suka, Cuma alurnya membosankan, kalau aja alurnya dibuat lebih cepat yang nonton pasti lebih konsen.
Ga kayak temen aku yang udah mainan HP disebelahku, trus mulai cubit-cubit ga karuan, trs mulai konsen lagi waktu adegan Radit berusaha berhenti dari kecanduan (digambarkan Radit kesakitan akibat sakaw dan dikurung Jani didalam kamar).

Hmmm…cinta???

Cinta yang benar-benar buta!!
Siapa yang sanggup menahan lapar tiap hari karena cinta?
Atau menahan tinggal dirumah yang sudah kayak laksana kandang ayam?
Atau hidup dengan ngutil di minimarket atau mencuri?

Tapi siapa juga yang sanggup menolak yang namanya cinta?

Ketika Radit rela minum ”air seni” dari seorang yang menghinanya demi menebus obat untuk Jani? (walau obat itu tidak pernah sampai untuk Jani)
Atau ketika kata-kata I Luv U keluar dari bibir Jani ketika suaminya mendapatkan penghinaan…
Saya suka rajukan Jani ketika ngambek minta di gendong
Atau tangisan Radith ketika merasa tidak mampu membahagiakan…
Atau kebohongan Jani, bahwa dia baik-baik saja padahal dia sakit…
Atau ketika Radit, masuk ke kamar mandi membuka keran keras-keras dan membiarkan dirinya menangis..

Dan apa artinya kekuatan cinta? Yang kata mereka adalah harus saling memiliki dan membuat bahagia?

Akhir dari film ini membuat saya terharu…saya menangis (mungkin karena saya terlalu terbawa perasaan di menit-menit terakhir)
Ini baru yang namanya cinta…
Cinta yang sebenarnya, merelakan orang yang kita cintai untuk bahagia…

Lalu ketika tahun berselang…
Ketika saling bertatap muka lagi…
Kata-kata ”I miss u, bodoh…”
Sungguh membuat hati treyuh…

I luv u…always!

Categories: Love, Movie Tags:
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes