Archive

Archive for the ‘Family’ Category

Tuhan yang baik, mamaku sedang sakit :(

February 16th, 2011 Ika Verlita No comments

Tuhan, sudah mampirkah Engkau ke kamar mama ku pagi ini ?
Sudahkah Kau lihat lagi tubuhnya yang lemah ?
Air matanya masih menetes, Tuhan…air mataku juga…
Read more…

Categories: Family, kepercayaan Tags:

Dengarkan aku, ku merindukanmu…

January 27th, 2009 Ika Verlita 5 comments

ahhhh cintaku…
terima kasih yah buat pelukanmu kemarin…
terima kasih yuh buat ciumanmu tadi pagi…

ahhh sayangku…
senyum kamu itu kok membuat aku berbunga-bunga yah?
ahhhh…
baru sebentar, rasa kangen itu kok sudah muncul lagi yah?

ahhh kamu…
hati ini rindu…
tidak bisa menunggu untuk hari sabtu…

miss u, hon…

*to my beloved brother…i miss u a lot…

Categories: Family, Love Tags: ,

Shandayu Hilang!!

September 1st, 2008 Ika Verlita 5 comments

Duhhh sempat menghilang kurang lebih setengah jam dari pandangan aku dan Linda (adikku yang nomor 3)
Shandayu, adikku yang baru 4 tahun itu menghilang dari lokasi arena bermainnya ketikan aku dan Linda selesai membayar semua belanjaan kami.
(saat itu yang pergi berbelanja hanya aku, Linda dan shandayu)

Panik!!!!

Kayaknya mau bunuh diri aja deh saat itu…(berlebihan banget, tapi itulah yang dirasakan).
Aku dan Linda udah mondar mandir, berkali-kali….
Sampai ngubek-ubek tuh arena bermain yang kebetulan ada di pusat perbelanjaan itu sampai nyaris 10 kali…

Mau pingsan dechhh!!!
Jantung kayaknya sudah mau copot.

Shandayu biasanya tidak akan keluar dari arena tempat bermain sampai ada yang menjemput.

Kami yang salah –pengakuan- tidak seharusnya anak umur 4 tahun di tinggalkan begitu saja, walaupun biasanya dia penurut.

Akhirnya Bapak yang bertugas di Pasar Swalayan itu menunjuk ke pusat informasi, katanya anak kecil dengan cirri-ciri adikku ada disana.
Waktu Linda kesana, ternyata benar…

Seorang ibu dan suaminya sedang melaporkan Shandayu ke bagian informasi.

Shandayu matanya sudah berkaca-kaca. Dia nyeker, hanya pakai kaus kaki.
Sepatunya masih tersimpan rapih di tempat penitipan sepatu di arena bermain tadi…

Begitu melihat Linda, tangisnya pecah dan langsung berlari memeluk Linda.

Saking kami paniknya, dan senangnya karena menemukan adik kami, sampai-sampai tidak sempat berterima kasih pada pasangan suami istri yang telah menemukan adik kami.

Ternyata menurut Shan, dia keluar karena teman-teman bermainnya sudah selesai bermain dan keluar…
Jadi dia ngikut….

Duhhhhh!!!!! Salah kami –pengakuan sekali lagi- seharusnya dia tidak pernah di tinggalkan.
Janji! Kami ga akan pernah ninggalin dia sendirian lagi di arena bermain sementara kami berbelanja.

Note : untuk Ibu dan Bapak yang menemukan adik kami –shandayu- terima kasih banyak yah…. GBU

Categories: Family Tags: ,

Dance With My Father

July 8th, 2008 Ika Verlita 10 comments

Back when I was a child
Before life removed all the innocence
My father would lift me high
And dance with my mother and me and then

Spin me around till I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure
I was loved

If I could get another chance
Another walk, another dance with him
I’d play a song that would never, ever end
How I’d love, love, love to dance with my father again

Ooh, ooh

When I and my mother would disagree
To get my way I would run from her to him
He’d make me laugh just to comfort me, yeah, yeah
Then finally make me do just what my mama said

Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he
Would be gone from me

If I could steal one final glance
One final step, one final dance with him
I’d play a song that would never, ever end
‘Cause I’d love, love, love to dance with my father
again

Sometimes I’d listen outside her door
And I’d hear her, mama cryin’ for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me

I know I’m prayin’ for much too much
But could You send back the only man she loved
I know You don’t do it usually
But Lord, she’s dyin’ to dance with my father again
Every night I fall asleep
And this is all I ever dream

by : Luther Vandross

and i’m crying to hear this song..hiks…
miss my father a lot…

jadi inget, dulu suka pura-pura ketiduran didepan tv saking malesnya cuci kaki.
dan papa bakalan ambil waslap, lap muka aku, tangan aku, kaki aku dan gendong ke kamar.
jadi inget tiap papa marah-marah dan bilang ga punya uang waktu aku minta dibeliin “roller blade”, “pianika”, “new Shoes” dan apapun itu….
papa marah, said “we dont have money to buy all that you want…!”
tapi…
ga lebih lama dari seminggu yang aku minta tiba-tiba dibeliin… :)

i love my Pa so much…
i miss him to much…

bahkan ketika pernah saking kesalnya papa marah…sampe ngusir aku keluar kamar..
kurang dari sejam, dia udah meluk aku dan minta maaf, padahal aku yang salah…

hiks…
just miss him so much…

hmmm katanya si penyanyinya juga meninggal dunia setelah lagu ini….
he just real dance with his father now…

Categories: Family, Love, Personal Tags:

Papa

March 27th, 2008 Ika Verlita 8 comments

Ayah – Rinto Harahap

Dimana akan ku-cari
Aku menangis seorang diri
Hatiku S’lalu ingin bertemu
untuk mu aku bernyanyi

Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau airmata dipipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin perjumpa
Walau hanya dalam mimpi

Lihatlah hari berganti
Namun tiada seindah dulu
Datanglah aku ingin bertemu
Untuk Mu aku bernyanyi.

Reff. : Untuk ayah tercinta Aku ingin bernyanyi
Walau airmata dipipiku
Ayah dengarkanlah Aku ingin perjumpa
Walau hanya dalam mimpi.

* pa, maap yah..kk lupa kemarin tgl 26 Maret…udah 2 tahun…
Luv u & still miss u :|

Categories: Family Tags:
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes